Selasa, 28 Januari 2014

Video Newsletter

       Pada jaman yang sudah berkembang ini, sudah mulai banyak yang meninggalkan koran. Masyarakat lebih banyak membaca berita di media elektronik dari pada membawa koran kemana-mana, karena lebih mudah dan tidak membawa barang terlalu banyak. Sekarang sudah ada koran elektronik yang berisi gambar dan tulisan(keterangan dari gambar). Tetapi masyarakat akan lebih tertarik apabila dari berita tersebut ada videonya, masyarakat akan lebih tertarik apabila sebuah itu ada videonya, menjadi seperti nonton berita di tv tanpa kabel, dan itu sangat efisien dari pada hanya ada tulisan dan gambarnya saja.

        Dan video newslatter sudah mulai menjadi trend di Amerika Serikat, software yang di pakai untuk membuat video newslatter adalah Talk Fusion walaupun basic dari Talk Fusion adalah MLM(Multi Level Marketing) tetapi bagi para pengusaha sangat tertarik menggunakan produknya, dan sangat berguna untuk mengiklankan apa yang akan di jual oleh perusahaannya, karena untuk membuat video newslatter berikut logo perusahaan dan templatenya membutuhkan biaya lebih dari USD $1000 dalam sekali buat. Tetapi di Talk Fusion hanya membutuhkan USD $1500 dengan maintenance yang murah dan lebih terpercaya karena Talk Fusion adalah member dari DSA(Direct Selling Associate), Alexa Ranking(akreditasi A), dan BBB. Akan lebih menguntungkan bagi masyarakat, dan para pengusaha untuk produk dari masing-masing usahannya.

Selasa, 14 Januari 2014

Minimnya Pemanfaatan Video di Indonesia

Vox mengatakan, 63,9% dari 5000 orang menonton hingga selesai video yang di kirim/di putar. Sedangkan pesan teks rata-rata hanya akan menghabiskan waktu 8 detik bagi pemembaca. Karena video lebih menarik daripada membaca teks. Video juga dapat menghemat waktu bagi warga Jakarta yang sudah di ketahui, bahwa Jakarta sering sekali macet, contohnya live streaming. Dan tidak mungkin bisa tepat waktu datang ke meeting yang mendadak. Mungkin untuk kalangan yang memiliki uang lebih dapat menyewa Helikopter untuk sampai tepat waktu yang harga nya sendiri tidak mungkin di sanggupi oleh segelintir orang, walaupun pengusaha sekalipun. Untuk durasi sejam nya di kenakan biaya sewa seharga USD 14.000.


Video juga berguna untuk periklanan, seperti yang sudah di katakan tadi, orang lebih tertarik melihat video daripada membaca teks. Menurut laporan Zappos, 6% sampai 30% peningkatan penjualan produk terjadi berkat video. Kebanyakan orang akan lebih mempercayai barang yang akan di jual apabila di lampirkan dengan video. Selain memikat kepercayaan konsumen, calon pembeli dapat melihat langsung produk yang akan di jual tanpa harus mengunjungi tempat si penjual. Dengan seperti itu, akan lebih menghemat waktu dan biaya. Di bandingkan hanya melihat beberapa gambar produk, dan teks spesifikasi produk yang belum pasti kebenarannya.


Saya mengambil hasil riset tersebut sebagai contoh karena saya sendiri sudah merasakan akan kurangnya pemanfaatan video di Indonesia. Padahal banyak sekali keuntungan dari video. Mungkin hanya ada dari beberapa persen masyarakat Indonesia yang memanfaatkan video.


Demikian ulasan saya mengenai video. Semoga bermanfaat. Terima kasih .


Nama : Aprilianto Chayadi

Dosen : Aditio Pratomo