Kamis, 27 Februari 2014

Manfaat dan Keunggulan Buku Elektronik

Bayangkan, berapa ton kertas dan berapa banyak pohon harus ditebang didunia jika kita semua harus membeli koran, majalah, novel, buku pelajaran, dan buku tulis.

Buku elektronik yang lebih dikenal dengan e-book memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon. Atau bisa juga dengan menanam kembali pohon yang sudah di tebang. Tetapi walaupun menanam kembali pohon yang sudah di tebang, cara itu tidak akan dapat dengan cepat menutupi kebutuhan yang dibutuhkan. Karena pohon tidak langsung besar, pohon memerlukan proses untuk tumbuh menjadi besar dan dapat di gunakan untuk kebutuhan industri kertas atau tisu.


Keunggulan penggunaan buku elektronik adalah tidak makan tempat, tidak makan tempat karena buku elektronik merupakan soft copy , sehingga tidak memerlukan tempat yang berlebihan seperti rak buku ataupun ruang buku untuk menyimpan buku secara fisik dan akan membutuhkan banyak tempat untuk meletakkan buku-buku yang dibeli, karena buku elektronik hanya membutuhkan hard disk / flash disk untuk menyimpannya.

Biayanya pun lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan pembuatan buku secara fisik dengan tebal 200 halaman sebanyak 1000 buku, biaya cetaknya saja bisa sekitar 10 juta rupiah. Bila dibandingkan dengan cetak e-book yang hampir gratis, berapapun jumlah yang akan dicetak hingga tidak terbatas, tidak akan menambah biaya cetak e-book. 

Jadi mulailah untuk sedikit demi sedikit mengurangi pembuatan buku, dan beralih ke teknologi buku elektronik yang dapat menghemat hampir dalam segala hal, dan yang terlebih penting adalah melindungi bumi kita dari ancaman ketandusan karena penebangan pohon demi kebutuhan industri yang dapat merusak lingkungan.

referensi: 
http://infosukoi.blogspot.com/2012/10/10-teknologi-yang-sangat-berguna-bagi.html
- http://duniaebook.wordpress.com/2009/01/14/5-keunggulan-e-book-dibandingkan-buku/

Nama : Aprilianto Chayadi
Dosen : Adityo Pratomo

Selasa, 18 Februari 2014

Smart Building

Smart building adalah sebutan bagi gedung yang menyematkan sensor yang berfungsi sesuai kegunaan dari teknologi yang telah di program untuk melakukan sesuatu sesuai fungsinya, yang berfungsi untuk meringankan pekerjaan manusia, dan yang mungkin tidak bisa di kerjakan oleh manusia 24 jam dalam sehari, misalnya pintu otomatis. Dengan adanya pintu otomatis maka manusia tidak perlu membuka pintu lagi, karena pada saat manusia berada di range sensor yang sudah tersemat di pintu tersebut, maka pintu secara otomatis akan terbuka.

Yang melatar belakangi munculnya teknologi smart building adalah :
  • Tingginya kebutuhan residensial masyarakat kelas menengah ke atas terhadap gedung yang memiliki kenyamanan dan keamanan yang lebih baik.
  • Tingkat kompleksitas masyarakat yang makin bervariasi dibutuhkan berbagai fitur yang dapat memberikan kenyamanan kepada penghuni dari sisi kebutuhan informasi, hiburan, internet akses dan keamanan.
  • Kenaikan biaya-biaya penggunaan energi seperti listrik dan naiknya biaya tenaga kerja menjadi akan mempengaruhi tingginya biaya operasional gedung.
  • Penggunaan Energi listrik yang tinggi dapatyang berdampak pada rusaknya lingkungan.
  • Semakin banyaknya kompetitor gedung sejenis yang menuntut manajemen gedung untuk memiliki keunggulan kompetitif yang unik dan berbeda di mata konsumen.


Fitur-fitur dari smart building :
  • System Kontrol yang terpusat dan terintegrasi lewat koneksi Internet
  • CCTV Management
  • CATV (TV Cable) Management
  • Internet Connection Cable and Wi fi
  • Video Guard
  • Access Control
  • Alarm
  • Sound System
  • Digital Signage
  • Interactive TV
  • Telephone Billing Management




Keuntungan penerapan smart building bagi penghuni:

  • One stop solution yang sudah ada di dalam gedung adalah meningkatkan kualitas kenyamanan bagi penghuni.
  • Tingkat keamanan gedung yang lebih unggul.
  • Biaya lebih terjangkau karena biaya operasional gedung yang tereduksi secara signifikan.
  • Entertainment and Security system yang lebih lengkap.

referensi : http://tipsproperty.net/our-property-solution/smart-building-solution

Nama: Aprilianto Chayadi
Dosen: Adityo Pratomo

Kamis, 06 Februari 2014

Media Sosial

     Menurut Kaplan dan Haenlein media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0. Yang memungkinkan manusia saling berbagi ide, saling berkreasi, dan menciptakan suatu hal yang lebih. Dan dengan menggunakan media sosial masyarakat akan lebih mudah mencari informasi, dimana media sosial terdiri dari layanan informasi seperti forum-forum yang berisi tautan tentang informasi yang dicari, contohnya kaskus, wikipedia, facebook, twitter, dll. 



     Keuntungan lain dari menggunakan media sosial adalah dapat mempertemukan kembali teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, dan kemungkinan besar akan bertemu kembali dengan menggunakan media sosial. Contoh media sosialnya adalah Facebook, dengan menggunakan Facebook kita dapat mencari nama teman lama kita di menu pencarian, dan dengan mudah kita menemukannya dengan melihat fotonya atau mungkin hanya ada satu nama yang menggunakan nama yang telah dicari. Dari situ akan mempertemukan kembali pertemanan yang mungkin saja sudah sangat lama sekali tidak bertemu atau hilang kontak sejak sekian lama.



     Tetapi penggunaan media sosial harus dengan sepositif mungkin, jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal yang tidak terpuji, seperti menipu, mengakses iklan-iklan yang mungkin tidak seharusnya di akses. Karena itu dapat merusak kita. Dan dengan demikian diri kita akan terpancing untuk melakukan tindakan kriminal. Jadi sebaiknya kita paham akan apa yang telah diri kita akses. Jangan sampai kita terpancing untuk melakukan suatu hal yang tidak baik dan tidak benar.



Referensi : wibawaadiputra.wordpress.com/2013/01/27/media-sosial-jejaring-sosial-socal-media-social-network/



Nama : Aprilianto Chayadi 

NIM : 202139861133931

Dosen : Adityo Pratomo