Selasa, 14 Januari 2014

Minimnya Pemanfaatan Video di Indonesia

Vox mengatakan, 63,9% dari 5000 orang menonton hingga selesai video yang di kirim/di putar. Sedangkan pesan teks rata-rata hanya akan menghabiskan waktu 8 detik bagi pemembaca. Karena video lebih menarik daripada membaca teks. Video juga dapat menghemat waktu bagi warga Jakarta yang sudah di ketahui, bahwa Jakarta sering sekali macet, contohnya live streaming. Dan tidak mungkin bisa tepat waktu datang ke meeting yang mendadak. Mungkin untuk kalangan yang memiliki uang lebih dapat menyewa Helikopter untuk sampai tepat waktu yang harga nya sendiri tidak mungkin di sanggupi oleh segelintir orang, walaupun pengusaha sekalipun. Untuk durasi sejam nya di kenakan biaya sewa seharga USD 14.000.


Video juga berguna untuk periklanan, seperti yang sudah di katakan tadi, orang lebih tertarik melihat video daripada membaca teks. Menurut laporan Zappos, 6% sampai 30% peningkatan penjualan produk terjadi berkat video. Kebanyakan orang akan lebih mempercayai barang yang akan di jual apabila di lampirkan dengan video. Selain memikat kepercayaan konsumen, calon pembeli dapat melihat langsung produk yang akan di jual tanpa harus mengunjungi tempat si penjual. Dengan seperti itu, akan lebih menghemat waktu dan biaya. Di bandingkan hanya melihat beberapa gambar produk, dan teks spesifikasi produk yang belum pasti kebenarannya.


Saya mengambil hasil riset tersebut sebagai contoh karena saya sendiri sudah merasakan akan kurangnya pemanfaatan video di Indonesia. Padahal banyak sekali keuntungan dari video. Mungkin hanya ada dari beberapa persen masyarakat Indonesia yang memanfaatkan video.


Demikian ulasan saya mengenai video. Semoga bermanfaat. Terima kasih .


Nama : Aprilianto Chayadi

Dosen : Aditio Pratomo

7 komentar:

  1. Video memang di ringkas lebih menarik dalam menyampaikan informasi tapi terkadang ada hambatan utk mengaksesnya sperti kecepatan internet yang lambat. sangat disayangkan kalau ternyata masyarakat indonesia sendiri kurang memanfaatkan video. mungkin perlu ditinjau lebih lanjut apa alasannya, supaya perkembangan video dapat mningkat di kalangan msy Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebanyakan masyarakat Indonesia memang menunggu sampai dirinya merasa jenuh baru mencari hal yang baru. jadi, mungkin untuk membuat video menjadi populer di Indonesia tunggu sampai masyarakat Indonesia jenuh, dan akan memanfaatkan video lebih baik.

      Hapus
  2. menurut saya ini jelas hambatannya di bandwidth, hehe.. Kalau buat mengakses video sudah lambat, kemungkinan besar orang akan berpikir 2 kali untuk melakukan hal yang sama. pelan-pelan sih bisa. contoh kalau untuk penggunaan di komputer, ya kalau langganan kabel internet, buat melihat video sih cenderung tidak ada hambatan. sementara bagi pengakses video lewat mobile device, hal yang sama belum tentu berlaku.

    menurut saya sih, ini bukan masalah masyarakat jenuh atau tidak, tapi kemudahan mengakses video itu sendiri. topik yang sangat menarik untuk dibahas :)

    BalasHapus
  3. Menurut saya video memang cukup berguna untuk digunakan, tetapi video ini cukup rawan untuk digunakan, karena adanya orang orang yang menggunakannya sebagai alat yang tidak baik seperti untuk film film yang tidak baik, tetapi apabila pemanfaatan video ini dapat dilakukan dengan baik tentunya akan membantu masyarakat.

    BalasHapus
  4. Ya apakah Anda punya solusi agar masyarakat dapat menggunakan video semaksimal mungkin?

    BalasHapus
  5. nice posting bro. mampir http://egadewaa.blogspot.com

    BalasHapus
  6. axel : memang ada sisi negatif dari video, tapi mungkin itu hanya untuk orang yang kurang kerjaan saja yang melakukan perbuatan tersebut. entah untuk eksis atau apa.

    alvreda : solusi nya ya, sekarang kan sudah ada wifi portable. sekarang internet sudah semakin berkembang. mungkin dulu hanya sekian kecepatan dala browsing atau streaming, tetapi dengan semakin berkembang nya teknologi. tidak ada yang tidak mungkin untuk sekarang, karena teknologi tidak akan masuk, apabila belum ada persiapan, karena akan sangat mubazir. ibarat ingin punya mobil tetapi tidak memiliki garasi.

    BalasHapus